Temaram Bandung
2009-09-18 04:31 (5)Comment Sudah nyamankah kita tinggal di Bandung? Faktanya adalah ketika Bandung (kembali) gagal meraih penghargaan Adipura walaupun parlemen kota sudah menggelontorkan ratusan juta rupiah untuk merebut Adipura yang terakhir didapatkan di tahun 1997.Di samping tentang kebersihan dan jalan kota, sudah aman dan nyamankah kita saat melewati Bandung di malam hari? Sebenarnya sebagai warga Bandung terutama yang berlangganan listrik, kita punya andil membuat Bandung terang benderang di malam hari. Pihak yang mengurus kota ini memiliki Peraturan Daerah nomor 28 tahun 2002 tentang pajak penerangan jalan.yang mengharuskan pelanggan listrik membayar 3 – 10 % dari tagihan listrik setiap bulannya untuk biaya penerangan jalan.
Dana yang sudah dibayarkan itu kemudian dikelola Pemkot Bandung dan kemudian mengeluarkan dana Rp 1,2 miliar setiap bulan untuk membayar listrik lampu penerangan jalan umum. Dengan dana sebesar itu, apakah kita akhirnya bisa menikmati dengan baik penerangan jalan di Bandung? Kota Bandung memiliki 19 ribu titik penerangan jalan umum. Sekitar 7000 penerangan jalan umum rusak.
Dari jumlah yang rusak itu, pemerintah kota baru bisa memperbaiki sekitar 4400 penerangan jalan umum saja. Kepala Dinas Bina Marga Kota Bandung, Rusjaf Adimenggala mengatakan bahwa presentase kerusakan lebih banyak karena kerusakan teknis daripada karena tindak pencurian.
Perbaikan PJU yang rusak bakal memakan waktu lama. Rusjaf mengatakan masalah perbaikan terbentur masalah anggaran di dinasnya. Prioritas perbaikan PJU ini di titik-titik yang berada di jalan masuk menuju kota Bandung. Seperti di jalan tol, jalan masuk ke Kota Bandung seperti dari Lembang, Cimahi, Cileunyi, Pasir Koja, Kopo dan ruas jalan utama lainnya. Menurut Rusjaf, idealnya Bandung memiliki sekitar 30.000 titik PJU. Hal tersebut menurut Rusjaf belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Kembali pembangunan di negeri dan kota ini terbentur soal dana yang akhirnya membuat kita masih belum bisa melihat Bandung terurus sesuai dengan yang kita inginkan. Beberapa waktu ke belakang berita tentang kejahatan geng motor juga kita dengar yang sebenarnya (mungkin) terjadi karena penerangan jalan yang tidak maksimal. Selain turut serta mencegah tindak kejahatan jalanan di malam hari, penerangan jalan juga sebenarnya membantu kita untuk menghindari lubang-lubang di banyak jalan raya kota bandung. Sebagai warga Bandung, apakah lagi dan lagi kita harus lebih bersabar dengan kondisi kota ini termasuk soal penerangan jalan?
Responses :
LaraIl Says:
2010-02-19
Various spheres of life utilize lots of time and money, therefore why must we expend valuable time for term paper thesis creating? This will be greater to utilize some good essay writing service to order the literature term paper at, I guess. yadi Says:
2010-02-13
bandung akan kembali seperti dulu yang penuh kesejukan memang harus banyak taman, tanaman, dan pepohonanArdi Bumi Says:
2010-02-13
Saya sangat setuju, jika pemerintah mempunyai keinginan untuk mendapatkan sebuah penghargaan "Adipura", tetapi permasalahan yang sekarang adalah mampukah..........?bukan saya Fesimis terhadap kinerjka pemerintah. Tapi benahin dulu akses jalan ketika di musim hujan ini banyak daerah yang jalannya tergenang banjir, sampah yang masih cemraut dimana-mana, kendaraan yang berhenti tdk pada jalurnya(angkot), jln yg masih banyak berlubang, lampu penerang jalan yang masih byk tidak berfungsi dsb. Mari kita sama-sama benahin itu semua dan jgn di daerah-daerah tertentu saja.rezi Says:
2009-10-09
Pengen dapet adipura? pantesan banyak dibangun taman2 yang dipagerin. eta mah hiasan hungkul. mendingan ngerapihin gasibu dan sekitarnya, ngerapihin jalan2 utama (FO = kaki lima elit, sama2 g bisa diatur). kalo kotanya lebih bersih, nyaman dipake jalan kaki (walau siang hari), otomatis adipura insya Allah ada di tangan.
:)
ps : saluran air kudu lancar juga, jadi kalo hujan gede, airnya g ngalir ke jalan sambil bawa sampah. mending di bikin penampungan air, jadi airnya g terbuang percuma di waktu hujan, di waktu kemarau masih bisa dipake.erwin Says:
2009-08-05
saya sungguh sdih melihat daerah2 yg mprbutkan piala adi pura dengan menorbankan rakyat kecil terutama pedagang kaki lima,, utk apa semuanya itu?!.. kemenangan di atas kependeritaan orag" kecil. mereka tuh kita, saudara kita, dan rakyat kita. mereka bukan pengemis sama pemeritah mereka ngulkuin tu utk makan. utk apa kita di kenal brsih indah tapi di balik itu ada rkyt yg kelaparan, pengguran, dan menderita... kita harus bisa mengimbangi.. jangan kayak jruk nipis.. luar brsih dalam penuh dengan kependeritaan.... semangat kawan,, mari kita keluar lihat di sekitar kita,,, kita buka mata, teling, dan hati kita,, niscaya air mata kita mengalir, melihat kependritaan saudara kita,,

